Rekening dan QRIS diatur di Pengaturan › Pembayaran, sedangkan format invoice di Pengaturan › Invoice. Daftarkan rekening tujuan, unggah QRIS statis bila ada, biarkan kode unik pada mode Tambah, lalu ganti teks S&K bawaan dengan kebijakan usaha Anda. Semua ini tampil ke klien saat mereka membuka invoice dan membayar DP.


Kenapa Ini Diatur Sebelum Booking Pertama

Invoice terbit otomatis begitu jadwal klien ditahan. Bila rekening belum didaftarkan, klien tidak tahu harus transfer ke mana. Bila teks S&K masih contoh, klien menyetujui aturan yang bukan milik Anda. Atur keduanya sekarang agar invoice pertama langsung benar.


Sebelum Mulai

  • Nomor rekening dan nama pemilik rekening usaha.
  • Gambar QRIS statis usaha Anda (opsional).
  • Kebijakan usaha: kapan pelunasan, aturan jadwal ulang, dan aturan DP bila acara batal.

Langkah Pengaturan

1. Rekening tujuan dan QRIS

Buka Pengaturan › Pembayaran.

  1. Pada kartu Rekening tujuan, isi Bank, Nomor rekening, dan Atas nama. Klik Tambah rekening untuk rekening kedua.
  2. Pada kartu QRIS, klik Pilih gambar QRIS. Klien memasukkan nominal persis, termasuk kode unik.
Pengaturan Pembayaran WDP MUAKit berisi dua rekening tujuan BCA dan Mandiri, kartu QRIS, dan kartu Kode unik
Rekening tujuan, QRIS, dan kode unik (data contoh).

2. Kode unik

Pada kartu Kode unik, pilih Mode:

  • Tambah (bawaan): nominal ditambah kode, misalnya Rp 1.500.000 menjadi Rp 1.500.123.
  • Kurangi: nominal dikurangi kode.
  • Nonaktif: tanpa kode unik.

Rentang kode diatur lewat Kode terkecil dan Kode terbesar (bawaan 1 sampai 999). Simpan dengan Simpan perubahan.

3. Format invoice dan S&K

Buka Pengaturan › Invoice.

  1. Format nomor: bawaan ORD/{YYYY}/{MM}/{SEQ4} untuk order, INV/… untuk invoice, dan KWT/… untuk kwitansi.
  2. Pembulatan nominal termin: bawaan kelipatan Rp 1.000.
  3. Teks S&K: ganti teks contoh dengan kebijakan usaha Anda.
  4. Atur juga Footer invoice, Slug link invoice, dan Ukuran maksimal file bukti (bawaan 5 MB).
Pengaturan Invoice WDP MUAKit berisi format nomor order, invoice, kwitansi, pembulatan termin, dan teks syarat dan ketentuan contoh
Teks S&K bawaan masih berupa contoh dan perlu disesuaikan.

Contoh: Studio Rias

Studio Rias mendaftarkan dua rekening (BCA dan Mandiri) dan memakai kode unik mode Tambah. Saat Zhea Fauziana membayar DP, invoice menampilkan nominal Rp 930.540. Tiga digit terakhir itu kode unik, jadi pemilik Studio Rias langsung tahu transfer tersebut milik invoice Zhea.


Tips & Praktik Terbaik

Tulis aturan DP dengan jelas di S&K: klien mencentang "Saya menyetujui syarat dan ketentuan pembayaran." sebelum mengirim bukti transfer. Teks yang jelas mencegah salah paham saat ada pembatalan.
Pakai QRIS statis, bukan dinamis: QRIS statis bisa dipakai untuk semua nominal. Klien tinggal memasukkan nominal persis yang tertulis di invoice.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa gunanya kode unik? +
Kode unik membuat nominal setiap termin berbeda dari tagihan lain yang masih terbuka, misalnya Rp 1.500.000 menjadi Rp 1.500.123. Transfer yang masuk jadi mudah dicocokkan dengan tagihannya.
Apakah WDP MUAKit memakai payment gateway? +
Tidak. Klien transfer ke rekening atau QRIS Anda, lalu mengunggah bukti di halaman invoice. Karena tanpa payment gateway, plugin tidak memotong biaya per transaksi.
Kenapa teks syarat dan ketentuan harus diubah? +
Teks bawaan hanyalah contoh. Klien menyetujui teks ini saat mengirim bukti transfer, jadi isinya harus sesuai kebijakan usaha Anda, terutama soal pembatalan dan pengembalian DP.